Tampilkan postingan dengan label KIMIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIMIA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

Teori Dalton kelemahan Teori atom Dalton

Diposting oleh uL chupied di 05.51 0 komentar

Teori Dalton
kelemahan Teori atom Dalton
Dalam teori atom dalton tidak dijelaskan dari mana sumber muatan yang ada pada listrik padahal menurut Dalton atom merupakan partikel netral.
Teori atom Thomson

Kelemahan Teori atom Thomson
 Tidak dapat menjelaskan bagaimana susunan elektron dan muatan positif di dalam atom.
Teori atom Rutherford
Kekurangan model Rutherford  yaitu ketika electron mulai bergerak spiral menuju inti, gerakan electron akan semakin cepat dan frekuensi emisinnya akan bertambah besar karena orbit electron semakin kecil. Hal ini akan menghasilkan spectrum emisi kontinu, padahal kenyatannya emisi atom yang telah diteliti pada saat itu hanya melibatkan emisi pada frekuensi-frekuensi tertentu (spectrum garis).

Teori atom Bohr

-          Di temukan tahun 1913
# bunyinya : elektron2 mengelilingi ini pada lintasan” tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi.
#kelemahannya : model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.



 ‘Teori atom modern’
#model atom mekanika kuantum di kembangkan oleh ERWIN SCHRODINGER pada tahun 1926
#berbunyi :
Tidak mungkin dapat di tentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom.
#gambar :

MAKALAH LANDASAN TEORI

Diposting oleh uL chupied di 05.51 0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang
Penelitian ini dilakukan agar dalam kehidupan sehari-hari kita dapat membedakan senyawa yang bersifat polar maupun dengan senyawa yang bersifat non polar.


1.2      Tujuan Praktikum
-          Dapat memahami sifat kepolaran senyawa
-          Dapat mempraktikkan cara mengetahui sifat kepolaran suatu senyawa














BAB II
LANDASAN TEORI

2.1   Sifat Kepolaran Senyawa
       Prinsip dasar ikatan kovalen adalah pemakaian electron bersama oleh atom-atom yang berikatan. Jika electron-elektron yang digunakan bersama tersebut cenderung lebih tertarik ke salah satu atom, akan terjadi pengutuban (polarisasi). Maksudnya, setiap atom mempunyai muatan yang saling berlawanan, yaitu muatan positif dan muatan negative.
            Jika electron-elektron yang digunakan bersama tersebar merata ke setiap atom yang berikatan atau daya tarik atom untuk menarik electron sama kuat, maka tidak akan terjadi polarisasi. Ikatan kovalen seperti itu disebut ikatan kovalen non polar.














BAB III
METODE PENELITIAN
3.1   Tempat dan Waktu Praktikum
                        Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Kimia SMA Negeri 01 Unggulan Kamanre pada hari rabu tanggal 10 November 2010.

3.2   Alat dan Bahan Praktikum
                        Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum adalah,
a.    Alat :
-        Gelas bekas air mineral ( 3 buah )
-        Sisir
-        Sedotan
-        Sendok


b.    Bahan :
-        Gula
-        Garam
-        Air biasa


3.3   Prosedur kerja
                        Cara melakukan praktikum adalah sebagai berikut :
a.    Air
-             Siapkan gelas bekas air mineral yang tidak terpakai dan gelas bekas air mineral yang berisi air yang telah ditusuk bagian bawahnya dengan menggunakan pulpen.
-          Gosokkan sisir ke rambut hingga terasa panas, sambil menggosok-gosokkan sisir ke rambut, air kemudian dialirkan.
-          Dekatkan sisir keair yang mengalir.
-          Amatilah air tersebut.

b.    Gula
-          Masukkan gula kedalam gelas bekas air mineral yang telah diisi air.
-          Aduk-aduk hingga gula tersebut larut ke dalam air.
-          Masukkan air gula tersebut kedalam gelas bekas yang telah dilubangi pada bagian bawah dan dihubungkan dengan pipet.
-          Dekatkan sisir yang telah digosokkan pada rambut hingga terasa panas ke air gula yang dialirkan.
-          Amatilah air tersebut.

c.    Garam
-          Masukkan garam kedalam gelas bekas air mineral yang telah diisi air.
-          Aduk-aduk hingga garam tersebut larut ke dalam air.
-           Masukkan air garam tersebut kedalam gelas bekas yang telah dilubangi pada bagian bawah dan dihubungkan dengan pipet.
-          Dekatkan sisir yang telah digosokkan pada rambut hingga terasa panas ke air garam yang dialirkan.
-          Amatilah air tersebut.












BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan

No
Bahan
Gerak Aliran
Hasil ( Polar/Non Polar )
1
Air
Tidak Bergerak
Non Polar
2
Larutan gula
Bergerak
Polar
3
Larutan garam
Tidak Bergerak
Non Polar

4.2  Analisa Data
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa air bersifat non polar, larutan gula bersifat polar dan larutan garam bersifat non polar.












BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1   Kesimpulan
Dari hasil praktikum di atas dapat diketahui bahwa beberapa larutan dapat diketahui sifat kepolaran senyawanya dengan melakukan percobaan.
5.2   Saran
Praktikum ini hanya menggunakan beberapa bahan saja, masih banyak larutan lainnya yang dapat dijadikan sebagai bahan percobaan sehingga disarankan masih ada kegiatan praktikum yang menggunakan jenis larutan lainnya.














DAFTAR PUSTAKA
Michael Purba, KIMIA X SMA, Erlangga, Jakarta, 2007
Sandri Justiana,dkk, KIMIA X SMA, Yudisthira, Jakarta, 2006
KIMIA X SMA, Ganeca Exact, Jakarta, 2007

CONTOH MAKALAH PRAKTIKUM

Diposting oleh uL chupied di 05.50 0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
        Penelitian ini dilakukan agar dalam kehidupan sehari-hari kita dapat membedakan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik (larutan elektrolit) dan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik (larutan non elektrolit)

1.2    Tujuan praktikum
·         Dapat memahami sifat hantar listrik larutan.
·         Dapat memahami sifat larutan elektrolit dan non elektrolit.
·         Dapat mempraktikkan cara mengetahui sifat larutan elektrolit dan non elektrolit.








BAB II
Landasan Teori
2.1  Larutan elektrolit dan non elektrolit
      Para ilmuwan yang meneliti tentang kelistrikan mengatakan bahwa bukan hanya logam yang dapat menghantarkan arus listrik, tetapi larutan tertentu dapat menghantarkan arus listrik.
          Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit. Jadi, senyawa elektrolit adalah senyawa yang dapat mengalami ionisasi jika dilarutkan di dalam air. Umumnya, senyawa elektrolit berupa garam, asam, atau basa yang terdiri atas ion positif dan negative saat pembentukannya.
          Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menhantarkan arus listrik. Jadi, senyawa non elektrolit adalah senyawa yang tidak dapat terionisasi jika dilarutkan dalam air. Misalnya, gula, urea, glukosa, dan minyak.







BAB III
METODE PENELITIAN
3.1  Tempat dan Waktu Praktikum
      Praktikum dilaksanakan di laboratorium kimia SMA Negeri 01 Unggulan Kamanre pada hari rabu tanggal 19 Januari 2011.

3.2  Alat dan Bahan Praktikum
                Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum adalah :
a.    Alat
·         Seperangkat alat penguji elektrolit
·         Gelas kimia kaca
·         2 batang karbon
·         Sendok

b.    Bahan
·         Air aqua gelas 3
·         Garam
·         Gula
·         Cuka



3.3 Prosedur Kerja
            Cara melakukan praktikum adalah sebagai berikut.
·         Siapkan seperangkat alat penguji elektrolit.
·         Masukkan air aqua gelas ke dalam gelas kaca sebanyak 100 ml.
·         Masukkan garam ke dalam air tersebut.
·         Aduk-aduk dengan sendok sampai garam larut dalam air.
·         Masukkan karbon yang masing-masing telah diikat pada kawat  
     Penguji elektrolit  kedalam gelas kimia tersebut.
·         Tunggu sampai lima menit .
·         Amatilah batang karbon tersebut.
·         Ulangilah langkah diatas pada gula dan cuka.










BAB IV
PEMBAHASAN
4.1  Hasil Pengamatan
No
Bahan
Lampu
Bergelembung
Sifat
1
Garam
Nyala
Banyak
Elektrolit
2
Gula
-
-
Non elektrolit
3
Cuka
Redup
Sedikit
Elektrolit

4.2 Analisa Data
          1. Berdasarkan sifat hantaran listriknya, kelompokkan larutan uji kedalam :
             a.    Larutan elektrolit kuat
                 - Garam
             b. Larutan elektrolit lemah
                 - Cuka
             c. Larutan non elektrolit
                 - Gula

         



          2.    Jelaskan dengan singkat, penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik !
             Jawaban :
             Ketika suatu zat larut dalam air, ion ion yang awalnya terikat kuat dalam zat padatnya akan lepas dan melayang layang dalam larutan, antara satu ion dan ion lainnya saling bebas. Ion-ion itulah yang menghantar arus listrik melalui larutan.

          3. Kelompokkan larutan uji ke dalam :
             a. Senyawa Ion
                 -  Garam dapur
             b. Senyawa kovalen (Non Polar)
                 - Garam dapur
             c. Senyawa Kovalen Polar
                 - Gula








BAB V
 

chupiedd pinkpurplee ^^__^^ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea